Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Teluk Kiluan, Surga Tersembunyi Selatan Sumatera

Parade Lumba-Lumba (Foto:Bismacenter)

Lumba-Lumba teluk Kiluan (Foto: Indonesia Travelling)

Menyaksikan atraksi lumba-lumba adalah daya tarik utama Teluk Kiluan. Dengan menyewa perahu cadik (jukung) seharga Rp250.000,00 hingga Rp300.000,-, Anda sudah akan bisa melihat dari dekat tarian dan lompatan puluhan bahkan ratusan lumba-lumba yang bersahabat dan bahkan dapat disentuh. Mereka senang melompat dan berenang di sisi perahu yang datang, seolah ingin menyambut kedatangan tamu manusia.

Keistimewaan lainnya, Teluk Kiluan menyuguhkan pemandangan memesona. Menikmati alam pantai tropis di pantai sekitar teluk adalah kegiatan rekreasi yang menarik untuk dilakukan baik bersama kerabat maupun sahabat. Sebagian besar pantai di kawasan Lampung memang terkenal akan pesona pantainya yang berpasir putih bersih. Air laut di teluk ini juga masih jernih dan bersih dengan warna biru toska. Anda dapat berenang atau snorkeling tak jauh dari garis pantai.  Meski tidak menyimpan keindahan taman laut penuh terumbu karang, banyak terdapat ikan-ikan laut cantik yang dapat dilihat.

Kini Teluk Kiluan semakin memikat dengan beberapa keindahan alam baru yang baru bagi wisatawan seperti Karang Pegadung yang pesonanya dikatakan mengalahkan Phi Phi Island Thailand. Ada juga Laguna dan Pasir Putih yang sayang untuk dilewatkan disambangi. 
 
Karang Pegadung (Foto: fotografer.net)

Keindahan alam di teluk ini yang sayang bila dilewatkan adalah pesona Matahari tenggelam. Jangan lupa mengabadikannya dengan kamera Anda. Besar kemungkinan momen terbaik untuk “menangkap” potret Matahari tenggelam yang sempurna di teluk ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Berkeliling di sekitar kawasan teluk dengan perahu sewaan juga menarik dilakukan. Apalagi masih di tengah teluk, terdapat sebuah pulau yang dinamakan Pulau Kiluan. 
Keindahan Pulau Kiluan (Foto: ceritanya)
Keindahan Karang Teluk Kiluan (Foto: live.fifa)

Waktu terbaik mengunjungi Teluk Kiluan adalah saat musim kemarau, yaitu di kisaran bulan April hingga September. Apabila musim hujan, dikhawatirkan kondisi jalan belum memadai dan akan menghambat perjalanan Anda. Ada yang beberapa kali mengunjungi Kiluan tidak berhasil menyaksikan lumba-lumba. Oleh karenanya, akan lebih baik apabila Anda menghubungi pengelola homestay di Kiluan untuk bertanya tentang cuaca dan kemungkinan adanya lumba-lumba di sana. Perjalanan menuju Teluk Kiluan cukup menantang. Bagi Anda yang sering mabuk perjalanan disarankan membawa obat-obatan, terutama obat anti mabuk perjalanan. Bawalah bekal makan dan minum yang cukup sebab tak banyak warung atau toko yang dapat ditemui di kawasan Teluk Kiluan. Jangan lupa menggunakansunblock untuk melindungi kulit Anda dari sengatan Matahari. Bawalah pakaian ganti saat “menyambangi” lumba-lumba. Bawa pula dry pack untuk melindungi benda-benda berharga Anda, seperti kamera, HP, lensa dan benda lainnya. Jukung adalah perahu cadik yang sangat kecil dengan lebar hanya sekira 45 cm dan panjang 2.5 m. Bagi Anda yang tidak bisa berenang dan sedikit takut untuk “berburu” lumba-lumba dengan jukung, disarankan membawa live vest jacket sendiri.

Transportasi
Letak Teluk Kiluan Lampung
Berjarak sekira 80 km dari Kota Bandar Lampung, perjalanan menuju Teluk Kiluan dapat ditempuh sekira 3-4 jam. Kondisi jalan di beberapa ruas memang masih kurang memadai dan berkelok serta berbukit. Oleh karenanya, tidak disarankan menggunakan mobil sedan menuju Teluk Kiluan dan sebaiknya perjalanan dijawdalkan pada musim kemarau (bukan musim hujan).

Meski kondisi jalan kurang memadai namun pemandangan sepanjang jalan adalah hiburan bagi Anda yang merindukan suasana alam pedesaan yang asri. Bentangan sawah di kiri-kanan jalan yang menghijau tentu menyejukkan mata. Udara bersih dapat Anda nikmati sepuas-puasnya. Bukit-bukit yang gagah di kejauhan serta pepohonan menambah keharmonisan alam tanah yang dulu terkenal sebagai “Bumi Lada” ini.

Saat mendekati lokasi wisata, pemandangan rumah penduduk multietnis akan menjadi gambaran menarik untuk diingat atau diabadikan. Pura Hindu sederhana tampak di beberapa halaman rumah penduduk yang merupakan warga transmigran dari Bali. Selain etnis Bali, hidup pula dengan rukun berdampingan etnis lain, seperti Jawa, Sunda, Bugis, dan lainnya. Lampung memang terkenal sebagai lokasi transmigran yang digagas pemerintah puluhan tahun lalu.

Apabila Anda sudah tiba atau datang dari arah Pelabuhan Bakahueni, menumpanglah bus jurusan Rajabasa (AC: Rp20.000,-; ekonomi: Rp15.000,-). Anda dapat pula naik travel dengan tarif sekira Rp35.000,-. Waktu tempuh menuju Bandar Lampung adalah sekira 2 jam perjalanan. Setibanya di Bandar Lampung (Kali Balok) naiklah travel tujuan Kiluan dengan tarif Rp.45.000,-. Perjalanan memakan waktu sekira 3-4 jam.

Untuk menyaksikan lumba-lumba, biaya sewa perahu adalah Rp250.000,-/perahu, untuk 3 orang. Durasi perjalanan/sewa perahu biasanya sekira 2-3 jam. Waktu yang tepat untuk bertemu dengan lumba-lumba adalah antara pukul 6 -9 pagi.

Apabila ingin menyeberang dari Teluk Kiluan menuju Pulau Kiluan dengan menumpang jukung, biaya yang dikeluarkan adalah Rp15.000,- per orang. Jarak tempuh menuju Pulau Kiluan sekira 15 menit.

Akomodasi
Di Teluk Kiluan terdapat beberapahomestay  sederhana namun tetap nyaman. Tarif per malam sekira Rp150.000,- per kamar dan dapat ditempati 5-6 orang.

Di Pulau Kelapa (Pulau Kiluan) hanya terdapat sebuah homestay sederhana dan minim fasilitas. Homestay ini memiliki 4 kamar dengan harga sewa semalam Rp.150.000,- per kamar  yang bisa ditempati oleh 5-6 orang.

Sumber: Wonderpul Indonesia

Sabtu, 24 Mei 2014

Mulang Pekelem: Ritual Umat Hindu Lombok

Permalink gambar yang terpasang
Upacara Mulang Pekelem di Danau Segara Anak, Rinjani
(Foto: all about lombok)

Selain dikenal memiliki keindahan alam dan pesona mistis yang meliputinya, Danau Segara Anak juga merupakan tempat suci dan pusat penyelenggaraan upacara religi bagi umat Hindu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yaitu Upacara Mulang Pekelem. Bagi masyarakat setempat, keberadaan Gunung Rinjani memang dianggap sebagai pusat dari semesta tata ruang Lombok. Hal ini dikarenakan masyarakat sekitar percaya bahwa Gunung Rinjani adalah pelindung sekaligus gunung kehidupan Pulau Lomboksementara Danau Segara Anak adalah penyimpan atau sumber airnya. Berawal dari kesadaran ini dan dari kepercayaan serta kesetiaan terhadap adat tradisi yang berabad usianya, masyarakat di Lombok (khususnya umat Hindu) masih melaksanakan ritual Upacara Pekelem setiap lima tahun sekali.

Ritual Mulang Pekelem (Foto: Doride)
Upacara Pekelem dilaksanakan dengan tujuan memohon dan menjaga keharmonisan alam semesta. Pekelem sendiri berarti menenggelamkan sesajen (yadnya) di air; baik air laut, danau, atau kepundan gunung. Mereka percaya bahwa danau dan laut merupakan sumber air yang tentu amat penting bagi kehidupan manusia. Danau Segara Anak yang merupakan kaldera di Rinjani, dianggap memiliki kekuatan makrokosmos. Oleh karena itu, tempat ini dianggap sebagai sakral dan tepat untuk pelaksanaan upacara suci tersebut.

Sebenarnya Upacara Pekelem ini tidak hanya dilaksanakan di Danau Segara Anak oleh Suku Sasak yang beragama Hindu di Lombok. Upacara ini adalah salah satu upacara besar dan penting bagi semua umat Hindu. Bencana dan fenomena yang menunjukkan ketidakseimbangan alam adalah beberapa alasan yang menjadi dasar dilaksanakannya upacara ini oleh masyarakat Hindu sejak berabad lamanya.
 
Danau Segara Anak, Rinjani (Foto: Wonderful Indonesia)

Beberapa bukti bahwa Upacara Pekelem adalah upacara warisan leluhur Hindu dapat dilihat dari prasasti-prasasti dan lontar-lontar yang menyebutkan tentang makna atau tujuan upacara tersebut. Salah satunya adalah Prasasti Batur Sakti; pada prasasti ini  disebutkan bahwa pada tahun Saka 833, keturunan Raja Sri Ugrasena Warmadewa menyampaikan telah ada perintah dari raja untuk tetap melaksanakan Upacara Pekelem. Upacara ini hendaknya dilaksanakan di danau, laut, dan kepundan gunung yang merupakan sumber air. Air adalah sumber kehidupan bagi manusia dan merupakan lambang kemakmuran dan kesuburan.

Dalam Lontar Bhuana Kertih disebutkan bahwa tujuan dari upacara ini adalah untuk menghilangkan hama penyakit yang datang dari sumbernya, yaitu laut atau danau. Di samping itu, tujuan lainnya adalah untuk memohon kemakmuran dan kesuburan tanah pertanian dan memohon perlindungan dari ancaman bencana alam.

Konon, pelaksanaan Upacara Mulang Pekelem pertama kali dilaksanankan di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani pada abad XVI. Asal muasal dilaksanakannya upacara ini adalah karena Kerajaan Karang Asem dilanda kemarau panjang yang berakibat pada kekeringan dan mewabahnya berbagai macam penyakit. Raja Anglurah Karang Asem pun  melakukan sembahyang dan semadi di Gunung Sari guna mendapatkan petunjuk. Dalam semadinya tersebut beliau mendapat wangsit untuk melaksanakan Mulang Pekelem dan Yadnya Bumi Sudha pada malam purnama bulan kelima di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. Percaya atau tidak, selepas dilaksanakannya upacara tersebut, hujan yang dinanti-nantikan sekian lama akhirnya turun membasahi tanah Suku Sasak.

Hingga hari ini, Upacara Pekelem dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yaitu pada purnama di bulan kelima. Tiga hari sebelum purnama yang dimaksud, umat Hindu Lombok akan berbondong-bondong mendaki Gunung Rinjani sambil membawa segala kelengkapan upacara. Tentu upaya ini tidak mudah mengingat medan pendakian yang tidak mulus dan beban perlengkapan yang tidak sedikit. Namun begitu, hal tersebut seolah bukan halangan bagi mereka dan dianggap sebagai salah satu pengorbanan yang dapat dilakukan sebagai wujud ketaatan terhadap Sang Hyang Widhi (Tuhan). Tidak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak pun turut serta dalam upacara ini dan turut mendaki gunung agar sampai di pusat pelaksanaan upacara, Danau Segara Anak.

Dalam pendakian, segenap umat Hindu pelaksana upacara akan singgah di beberapa tempat yang dianggap suci dan bahkan menginap di titik tertentu sambil melaksanakan sembahyang. Salah satu tempat suci tersebut adalah Poprok atau Tirta Pecampuan; merupakan titik pertemuan tiga sumber mata air, yaitu air dingin dari Danau Segara Anak, air panas dari sumber mata air panas gunung, dan air belerang. Berdasar fakta tersebut, tempat ini dianggap memiliki energi spiritual yang kuat sehingga mereka akan menginap sebelum melanjutkan pendakian keesokan paginya.

Setibanya di tepian Danau Segara Anak, umat Hindu akan membangun semacam pura sementara dan mendirikan penjor untuk kebutuhan upacara. Sesaji upacara ditaruh di sembilan penjuru mata angin. Dalam proses persiapan upacara ini, akan ada beberapa peristiwa kecil nan ganjil yang menyertai. Misalnya, perubahan ekstrim cuaca di sekitar danau yang semula tenang lalu berubah berkabut dan beriak atau kejadian kesurupan di antara peserta upacara. Saat terjadi kesurupan, maka akan mulai digelar Upacara Melaspas dan Nuhur. Upacara Melaspas dimaksudkan untuk menyucikan tempat upacara dari kekuatan jahat yang datang mengganggu. Sementara Nuhur adalah lantunan yang disenandungkan guna mengundang para dewata penunggu Gunung Rinjani agar mengiringi upacara.

Pelaksanaan Mulang Pekelem biasanya akan didahului dengan pelaksanaan Yadnya Bumi Sudha. Upacara Yadnya Bumi Sudha dimulai dengan gelaran tari-tarian untuk para dewata. Upacara ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan jagad alit (dunia manusia) dengan jagad agung. Sejumlah hewan (kerbau, kambing, sapi, dan lainnya) disembelih dan dikorbankan sebagai bentuk persembahan kepada para dewa di sembilan penjuru mata angin.  Serangkaian doa dipanjatkan agar bumi dibersihkan dari pengaruh jahat dan agar keseimbangan alam terjaga. Tidak hanya itu, umat Hindu pun melepaskan hewan ke alam bebas sehingga mereka dapat berkembang biak dan menciptakan keseimbangan alam di Gunung Rinjani. Setelahnya, kandang hewan-hewan tadi pun dibakar sebagai simbol pengembalian segala unsur kehidupan ke alam.

Keesokan harinya, barulah dimulai upacara Mulang Pekelem yang merupakan bentuk lain pengorbanan umat Hindu kepada Tuhan. Pengorbanan ini dilakukan dengan cara melarung atau menenggelamkan benda-benda berharga, seperti emas, perak, tembaga, dan uang logam yang sebelumnya dibungkus kain ke Danau Segara Anak. Logam mulia dipahat dalam berbagai bentuk hewan yang mewakili simbol-simbol harapan tertentu. Lempeng emas yang berbentuk udang melambangkan kesuburan; kura-kura melambangkan dunia; ikan adalah simbol kehidupan; dan unggas adalah simbol alam semesta. Tujuannya adalah agar dewata menganugerahkan hujan, kesuburan, dan keseimbangan alam di tanah Suku Sasak. Upacara lalu ditutup dengan pementasan Tari Topeng agar Bumi dan seluruh isinya bebas dari petaka.

Mulang Pekelem di Danau Segara Anak tidak hanya dihadiri oleh umat Hindu Lombok tetapi juga umat Hindu dari Bali, Jawa, bahkan Kalimantan. Upacara tersebut merupakan sebuah refleksi dari konsep Tri Hilta Karana, yakni suatu ritual pengorbanan atau upacara suci agar alam dibersihkan dari kekuatan jahat sehingga manusia dan alam dapat hidup secara harmonis dan saling menjaga. Selain itu, secara umum upacara ini dapat juga berfungsi sebagai wahana menumbuhkan kesadaran dan menanamkan nilai-nilai spiritual dalam rangka menjaga keharmonisan alam.

Sumber: berbagai sumber

Danau Ranau, Satu lagi Danau Cantik di Sumatera

Danau Ranau (Foto: Ogan Ulu) 

Bila di tanya danau apa yang ada di sumatera, pasti banyak yang menyebutkan Danau Toba. Namun tahukah kalian bahwa Sumatera juga memiliki danau cantik lainnya. Danau Ranau, begitulah namanya. Danau ini merupakan danau terbesar kedua di sumatera. 

DANAU Ranau meliputi wilayah Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari Palembang, 130 km dari Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. 

Suasana Danau Ranau saat pagi hari (Foto: travel detik) 

Danau Ranau (Foto: Ogan Ulu) 

Luas Danau Ranau sekitar 8×16 km dengan latar belakang Gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari suhu berkisar 20° - 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″ bujur timur. Secara geografis, topografi danau ranau adalah perbukitan berlembah, sehingga menjadikan danau Ranau memiliki cuaca sejuk. Terdapat beberapa jenis ikan hidup di danau, antara lain mujair, kepor, kepiat, dan harongan. Pemandangan seputar Danau Ranau sungguh menakjubkan. Apaladi di tengah danau terdapat pulau bernama Pulau Marisa. 

Pulau Marisa (Foto: Ogan Ulu) 


Pulau Marisa (Foto: travel detik) 


Di sana juga terdapat sumber air panas. Sebagai tujuan wisata, wilayah ini kaya potensi karena masih ada objek pendukung seperti air terjun hingga resort. Asal-Usul Menurut cerita, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan itu. Lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air. Sekeliling danau ditumbuhi berbagai tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakan Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut. 

Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa. Pulau Marisa sebenarnya daratan yang terpisah dari kaki Gunung Seminung karena genangan air danau. Di daratan yang luasnya tidak lebih dari satu hektar itu terdapat pohon-pohon kelapa, dan pengunjung bisa sekadar mampir untuk menikmati keindahan secuil daratan itu. 

Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam nan elok. Gunung Seminung menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latar belakang dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi pagar pembatas panggung megah itu. Hamparan sawah hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang. Butir-butir kopi yang merah seakan-akan menjadi pemanis keindahan itu. 
Keelokan itu menjadi lengkap dengan bingkai indah pantai berpasir dan kerikil putih di sepanjang tepian. Kawasan Danau Ranau belum digarap dengan sungguh-sungguh. Promosi pariwisata yang digalang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, lewat Festival Danau Ranau belum memancing minat investor secara maksimal. Promosi yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat lewat Festival Teluk Setabas pun hingga kini belum mendatangkan investasi. Danau Ranau dari sisi Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan maupun Liwa, Lampung Barat, sama-sama indah. Wisatawan ingin kembali ke sana, meskipun hanya berperahu atau sekadar menikmati deburan ombak. Pesona Danau Ranau tetap mengundang keinginan datang kembali. 

Pengunjung yang tidak suka berperahu bisa menghabiskan waktu dengan beristirahat di penginapan. Di tepi Danau Ranau terdapat beberapa penginapan, yakni Seminung Lumbok Resort, Kotabatu di Banding Agung, dan cottage PT Pusri di Sukamarga. Di kawasan wisata itu juga terdapat obyek tambahan bagi pengunjung, yakni air panas dengan kekhasan sendiri, karena mengalir langsung dari lubang-lubang di tebing. Air panas yang mengandung kadar belerang cukup tinggi ini terletak di Desa Air Panas di kaki Gunung Seminung. Lokasinya persis di seberang cottage milik PT Pusri di Sukamarga. Perjalanan dengan perahu motor dari Sukamarga ke lokasi air panas hanya sekitar 20 menit. Pengunjung bisa datang kapan saja dan menikmati air panas yang tak pernah habis mengucur dari perut bumi tersebut. Saat berperahu motor di danau dengan tujuan air panas, 

Penduduk sekitar danau menurutkan banyak kisah yang menceritakan asal usul Danau Ranau. Meskipun secara teori ilmiah diyakini danau ini terjadi akibat gempa tektonik, seperti Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Maninjau di Sumbar,
sebagian besar masyarakat sekitar masih percaya danau ini berasal dari pohon ara. Konon, di tengah daerah yang kini menjadi danau itu tumbuh pohon ara sangat besar berwarna hitam. Konon masyarakat dari berbagai daerah seperti Ogan, Krui, Libahhaji, Muaradua, Komering, berkumpul di sekeliling pohon. Mereka mendapat kabar jika ingin mendapatkan air, harus menebang pohon ara tersebut. Masyarakat dari berbagai daerah itu berkumpul dengan membawa makanan seperti sagon, kerak nasi, dan makanan lainnya. Persis saat akan menebang pohon, masyarakat kebingungan cara memotongnya. Ketika itulah muncul burung di puncak pohon mengatakan warga harus membuat alat berbentuk mirip kaki manusia. Mereka membuat alat menggunakan batu dengan gagang kayu. Akhirnya pohon ara pun tumbang. 

Dari lubang bekas pohon ara itu keluar air dan akhirnya meluas hingga membentuk danau. Sementara pohon ara yang melintang kemudian membentuk Gunung Seminung. Karena marah, jin di Gunung Pesagi meludah hingga membuat air panas di dekat Danau Ranau. Sedangkan serpihan batu dan tanah akibat tumbangnya pohon ara menjadi bukit di sekeliling danau. Masih di sisi Danau Ranau, tepatnya di Pekon Sukabanjar, berseberangan dengan Lombok, terdapat kuburan yang diyakini masyarakat sebagai makam Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat. Makam keduanya terletak di kebun warga Sukabanjar bernama Maimunah. Untuk menuju ke lokasi, selain naik perahu motor dari Lombok, bisa juga dengan berkendaraan. Menurut juru kunci kuburan, H Haskia, di sini terdapat dua buah batu besar. Satu batu telungkup diyakini sebagai makam Si Pahit Lidah dan satu batu berdiri sebagai makam Si Mata Empat. Si Pahit Lidah disebut sebagai Serunting Sakti dari Kerajaan Majapahit. Karena dianggap nakal, Si Pahit Lidah yang bernama asli Raden Sukma Jati ini oleh raja diusir ke Sumatera. Akhirnya, dia menetap di Bengkulu, Pagaralam, dan Lampung. Si Pahit Lidah memiliki kelebihan, yakni setiap apa yang dikemukakannya terkabul menjadi batu. Akibatnya, Si Mata Empat dari India mencarinya hingga bertemu di Lampung, tepatnya di Way Mengaku. Di Way Mengaku keduanya saling mengaku nama. Lalu, keduanya beradu ketangguhan.

Makam yang di yakini sebagai Makam Si Pahit Lidah dan Si mata Empat

Dari Berbagai sumber

Kamis, 22 Mei 2014

Raja Ampat, Surga Bawah Laut Terakhir di Dunia

Surga Terakhir di Dunia, Itulah sebutan Raja Ampat. Raja Ampat atau 'Empat Raja' adalah nama yang diberikan untuk pulau-pulau ini. Sebuah nama yang berasal dari mitos lokal. Empat pulau utama yang dimaksud itu adalah Waigeo, Salawati, Batanta, Misool yang merupakan penghasil lukisan batu kuno.

Foto: wonderful Indonesia

Rumah bagi seperempat kehidupan laut dunia, Kepulauan Indonesia termahsyur akan diving kelas dunia dan keindahan bawah laut yang memukau. Selami dan temukan lautan yang berlimpah dengan semua jenis makhluk laut, mulai dari Pulau Weh di Sumatra sampai Raja Ampat di Papua. Dimana lagi di dunia Anda bisa berdekatan dengan sekelompok mantaray dan penyu, menyelam dengan spektakuler dan mengeksplor kapal yang sudah karam?
Apakah Anda seorang diver berpengalaman yang mencari tantangan baru atau hanya ingin mencoba langsungsnorkeling untuk pertama kali, perairan tropis Indonesia tidak akan mengecewakan Anda. Selami pengalaman bawah laut Indonesia yang mencengangkan.

Foto: wonderful Indonesia

Pecinta wisata bawah laut dari seluruh dunia datang ke Raja Ampat untuk menikmati pemandangan bawah laut terbaik di dunia yang mengagumkan. Dua hari sebelumnya, saat Anda berada di Bali yang ramai sekaligus sakral berbalut seni maka naiklah pesawat menuju ujung kepala burung Pulau Papua. Selanjutnya, bersiaplah untuk sebuah petualangan yang takkan terlupakan. Mulailah tur Anda dari sini dengan menyelam di bawah lautnya yang paling indah. Jelajahilah dinding bawah laut yang vertical itu. Rasakan juga ketegangan menyelamnya, berdebar-debar saat terombang-ambing arus laut. Itu pastinya akan menjadi pengalaman pribadi yang tak terlupakan di Raja Ampat.

Wilayah pulau-pulau di Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini.

Nelayan di Raja Ampat biasanya memakan camilan saat bercakap-cakap (Para-para Pinang). Mereka akan saling bertukar cerita lucu sambil mengunyah buah pinang. Dalam banyak hal termasuk kemiripan alam, budaya, dan sejarah, bahwa masyarakat nelayan di Raja Ampat memiliki kesamaan dengan orang Maluku.    

Pemandangan Raja Ampat seperti dalam mimpi tetapi ini bukanlah ilusi. Saat Anda mencemplungkan diri menyelam ke bawah laut maka perhatikan dengan detail hewan laut yang menyapa. Bisa jadi kuda laut kerdil mendekati jemari Anda seakan ingin menyambut berjabat tangan. Mantaray dan wobbegong akan berenang bersama Anda. Ikan tuna, giant trevaliies, snapper, dan bahkan barracuda turut menyambut Anda di bawah laut. Itu belum cukup, bagaimana apabila ada teman baru yang ramah yaitu ikan dugong ingin berenang bersama Anda. Jangan lewatkan juga mengamati sibuknya ikan-ikan kecil menjaga wilayahnya hilir-mudik. Bila Anda beruntung mungkin dapat berenang bersama penyu laut.

Keindahan yang alami, seolah benar-benar tidak tersentuh telah menjadi daya tarik utama di sini. Tidak perlu ungkapan keindahan langit yang biru atau pulau yang menghijau subur, karena apa yang ada di atas daratan dan di bawah lautnya akan mengatakan kepada Anda “Selamat datang di Raja Ampatinilah surga keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia saat ini.    
Foto: wonderful Indonesia

Pulau Raja Ampat merupakan fenomena alam yang menawan dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Ada 1.320 spesies ikan di Raja Ampat; 75% seluruh spesies karang yang ada di dunia; 10 kali lipat jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia; terdapat 600 spesies karang yang tercatat; 5 spesies penyu laut langka; 57 spesies udang mantis; 13 spesies mamalia laut; dan 27 spesies ikan yang hanya dapat Anda ditemui di wilayah ini.

Foto: wonderful Indonesia

Pemandangan laut yang menakjubkan di atas dan bawah lautnya akan memberi isyarat kepada Anda bahwa kegiatan memotret adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Kondisi alam Raja Ampat sangat unik dan berbeda karena memiliki struktur tanah endemik, keanekaragaman biota laut, ekologi pantai, serta kebudayaan. Keindahan ini sempurna bersama tradisi penduduk dan kearifan lokalnya. Pilihlah beberapa aktivitas berikut ini atau mengapa tidak jajal saja semuanya.

Di Raja Ampat Anda juga dapat melihat “hantu laut”, yaitu tepatnya di bagian Timur Waigeo, di depan desa Urbinasopen dan Yesner. Ada fenomena alam unik dan menarik dan hanya dapat dilihat setiap akhir tahun. Yaitu sebuah sinar yang berasal dari laut mengitari permukaannya berlangsung sekitar 10-18 menit. Penduduk setempat menyebut  fenomena ini sebagai “hantu laut”. Fenomena ini lebih dari sekedar pemandangan sunset yang indah dan dapat Anda saksikan dari atas perahu (Jangan lewatkan untuk merekamnya dengan kamera Anda). Di bagian Barat dan Utara Waigeo, Anda dapat melihat pertunjukan suling bambu tradisional yang disebut suling tambur. Pertunjukan tradisional ini biasanya diselenggarakan selama festival keagamaan, saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus, dan saat  datangnya kunjungan pejabat atau pemimpin penting. Jika Anda tertarik dengan antropologi maka acara ini patut dimasukkan dalam agenda terpisah.

Di Tomolol, Anda akan terkagum-kagum dengan gua-nya. Anda dapat melihat lukisan telapak tangan manusia dan hewan yang sangat besar. Dilukis oleh penghuni gua dari masa prasejarah. Sedangkan di sebelah utara Waigeo, Anda juga dapat belajar sejarah dengan mengunjungi gua dari masa Perang Dunia II, tempat pasukan Belanda dan Jepang membangun bungker mereka. Kadang masyarakat setempat melakukan tarian perang yang dapat Anda saksikan. Ada juga air terjun yang terus mengalir di Salawati, pemandangan yang tidak boleh Anda lewatkan pastinya.
Selain itu, terdapat juga pulau eksotik yaitu Pulau Ayau yang terdiri dari pulau-pulau kecil di Kepulauan Karang yang sangat besar dimana dasar lautnya berpasir putih dan menghubungkan satu pulau dengan yang lain. Ada juga pulau-pulau dengan pasir yang unik, masyarakat setempat menyebutnya “Zandplaat”. Di sini merupakan habitat unik vegetasi lokal. Anda dapat melihat  ibu-ibu dan anak suku setempat menangkap cacing laut (insonem).

Foto: wonderful Indonesia

Waigeo Selatan menjadi tujuan favorit penggemar diving. Saat Anda di sini, mengapa tidak untuk mengunjungi Kabui Bay yang memiliki banyak pulau karang (karst), gua tengkorak, dan tempat bersejarah Raja Ampat di Kali Raja. Anda dapat melihat berbagai jenis burung di Desa Yenwaupnor dan Sawinggrai, tari Salay di Saonek, dan kerajinan anyaman di Arborek. Di Arborek, sekali lagi Anda dapat menyelam dan menyaksikan sekelompok ikan pari berenang. Di Sawandarek, ada pantai berpasir putih dengan bebek laut dan karang yang indah. Selain itu, ada sebuah desa tradisional di mana Anda dapat berjalan-jalan dan menikmati suasana unik.

Anda juga dapat menyelam di sebelah Barat Waigeo, Batanta, dan Kofiau. Potensi tujuan wisata ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi olehhouseboats atau rumah kapal. Pulau karang (karst) di Kepulauan Wayag memiliki objek alam yang sangat menarik untuk dinikmati.

Keindahan Raja Ampat (Video : wonderful Indonesia)

Festifal Bahari Raja Ampat
Festifal Bahari Raja Ampat (video: wonderful indonesia)

Selain menikmati keindahan pemandangan dan keindahan bawah lautnya, Raja Ampat juga menyajikan keeksotisan budayanya. Budaya Raja Ampat dapat kita saksikan saat festifal bahari raja Ampat. Festival Bahari ini dilaksanakan di Pusat Ibukota Waisai, yang letaknya 3 jam perjalanan speedboat dari Kota Sorong Papua. Yang menarik dari Festival ini adalah, mereka mengundang seni dan budaya dari kabupaten lainnya di Papua. Selain itu Kabupaten Wakatobi juga diikutkan serta dalam Festival Bahari ini. Beberapa rincian festival yaitu Lomba Foto Bawah Laut, Lomba Perahu Dayung, orientasi bawah air, olahraga pantai seperti voli dll, dan atraksi budaya lokal. Atraksi budaya lokal akan ditampilkan oleh masyarakat Raja Ampat dan peserta dari kabupaten lain. 
Biasanya Festival Bahari Raja Ampat ini diadakan pada pertengahan tahun sekitar bulan Agustus, sangat menarik untuk pergi ke Raja Ampat pada saat Festival. Karena banyak sekali tarian dan budaya yang ditampilkan di festival ini. Salah satunya adalah atraksi Tari – tarian khas daerah Papua, dan yang sangat menarik untuk saya adalah banyaknya makanan khas Papua yang dimunculkan disini. Selain itu masyarakat Raja Ampat setempat siap mempertontonkan perahu tradisionalnya yang digunakan nenek moyangnya untuk mengarungi lautan. Masyarakat Raja Ampat juga akan mempertontonkan kebiasaan mengonsumsi buah. Di festival ini pengunjung bisa menikmati makanan khas Papua secara gratis.
Kuliner
Makanan Khas Raja Ampat (Foto: Ferti Susilawati)
Berwisata ke suatu daerah tidaklah lengkap rasanya tanpa mencicipi masakan asli daerah tersebut. Begitu pula bila kita mengunjungi kepulauan Raja Ampat. Di sini anda bisa mencicipi berbagai macam ragam masakan khas Raja Ampat yang mengundang selera.
Bila anda ingin leluasa mencicipi masakan khas Raja Ampat, kami menyarankan untuk datang ketika perayaan HUT Raja Ampat pada tanggal 9 Mei atau ketika Festival Raja Ampat yang biasa diselenggarakan pada bulan Oktober setiap tahun sedang berlangsung. Di kedua waktu ini biasanya anda akan punya kesempatan untuk mencoba berbagai masakan khas Raja Ampat. Hal ini karena berbagai jenis masakan tersebut sengaja disajikan sebagai salah satu daya tarik wisata yang sengaja ditampilkan untuk memperkenalkan makanan khas Raja Ampat dan Papua pada umumnya kepada masyarakat luas.
Sebagai lokasi wisata yang sebagian besar wilayahnya adalah perairan, masakan khas Raja Ampat tentunya banyak menggunakan sumber bahan olahan yang diambil dari laut seperti ikan, rumput laut, cacing laut dan lain sebagainya. Hal ini bukan berarti bahwa semua jenis masakan khas Raja Ampat adalah berbahan dasar dari laut, ada juga beberapa jenis masakan yang diolah dari daging ayam, sapi, sagu, ulat sagu dan lain-lain
Beberapa contoh masakan khas Raja Ampat adalah Cacing Laut goreng yang gurih sekali rasanya. Makanan ini diolah dari bahan dasar cacing laut yang digoreng sampai kering menyerupai keripik. Makanan lain yang cukup terkenal di Raja Ampat dan berbahan dasar dari laut adalah Ikan Sup Kuning. Masakan ini bukan hanya terkenal di wilayah Raja Ampat saja namun juga hampir disetiap wilayah pesisir Pantai Papua Barat.
Selain itu ada pula jenis makanan bukan dari laut yang cukup terkenal yaitu Sate Ulat Sagu. Ulat Sagu ini di dapatkan dari tempat hidupnya di batang pohon sagu yang telah menua. Di masyarakat asli papua yang tlah terbiasa hidup di alam, ulat sagu ini seringkali dikonsumsi langsung dari pohonnya tanpa diolah terlebih dahulu. Dalam perkembangan penyajiannya saat ini ulat sagu ini seringkali diolah dengan cara dibakar menyerupai sate. Rasa gurih dan asin yang keras merupakan ciri dari ulat sagu ini. Jenis lain makanan khas yang bisa kita temui di Raja Ampat adalah Papeda. Papeda adalah bubur Sagu yang disajikan hangat dengan kuah ikan serta buah tomat dan lemon sebagai penambah cita rasanya.
Banyak sekali jenis masakan khas yang bisa kita cicipi saat kita mengunjungi Raja Ampat. Seperti pernah kami sampaikan di atas, bila anda ingin mencoba masakan khas Raja Ampat datanglah ketika festival wisata Raja Ampat sedang berlangsung. Namun bila anda kebetulan datang di lain waktu tersebut, cobalah memesannya di restoran-restoran yang menyajikan masakan khas papua yang anda jumpai selama perjalanan anda.
Cara Mencapai Pulau Raja Ampat
Sebenarnya sekarang ini untuk mencapai Kepulauan Raja Ampat tidaklah sulit, namun akan memakan waktu yang lumayan lama dan biaya yang lumayan besar. Apabila anda berada di Jakarta, maka anda harus membeli tiket pesawat dari Jakarta ke Sorong. Penerbangan tersebut akan memakan waktu lebih dari 6 jam dan biasanya akan transit dahulu diMakassar atau Manado. Setelah tiba di Sorong, anda harus menggunakan kapal untuk mencapai Kepulauan Raja Ampat, akan memakan waktu sekitar 3 jam.
Biaya sewa kapal untuk transportasi di Kepulauan Raja Ampat lumayan mahal, saya sarankan untuk pergi secara berkelompok, idealnya 1 kelompok berisi 8 orang, sesuai dengan kapasitas kapal yang umum digunakan di Kepulauan Raja Ampat. Dengan begitu, anda dapat membagi biaya sewa kapal dengan grup anda dan melakukan penghematan.
Bila anda ingin lebih berhemat, anda dapat memilih menggunakan kapal dari Jakarta menuju Sorong dengan harga tiket hanya sekitar 400,000 Rupiah saja. Walau murah, cara ini akan memakan waktu sangat lama, karena anda akan berhenti di beberapa kota besar. Waktu perjalanan dengan menggunakan kapal dari Jakarta ke Sorong adalah sekitar 1 minggu.
Apabila anda ingin berwisata ke kepulauan raja ampat, tidak cukup hanya dengan modal nekat saja seperti yang sering dilakukan para backpacker. Berwisata ke tempat wisata yang dijuluki surga bawah laut ini membutuhkan keinginan kuat, jiwa petualang, kegemaran akan menyelam, dan modal yang lumayan besar. Bila anda berharap harga berwisata ke Kepulauan Raja Ampat akan turun dalam waktu dekat, sebaiknya buang jauh-jauh harapan anda karena sudah ada peraturan yang membatasi jumlah resort dan kapal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi alam Kepulauan Raja Ampat yang tiada duanya di dunia. Harga yang mahal tersebut juga berfungsi untuk menyaring pengunjung, sehingga hanya pengunjung yang berkualitas dan berpendidikan saja yang datang, dengan begitu mereka akan sadar betapa pentingnya lokasi ini sebagai salah satu pusat flora dan fauna yang terlengkap di dunia.

Selasa, 20 Mei 2014

Pulau Belitung, Pulau Surga dari Sumatera

Pulau Belitung. Siapa yang tidak tahu dengan pulau yang disebut dengan negeri laskar pelangi ini. Setelah novel dan film laskar pelangi melejit beberapa tahun yang lalu, Pulau Belitung bak menjadi idola pendatang baru yang sedang naik daun. Sejak tahun 2008, Pulau Belitung menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia. Bagaimana tidak, keindahan pantai pasir putih dan perpaduan air bening seperti kristal menjadikannya tak kalah dengan keindahan Laut Spanyol yang menawan. Belitung menyajikan banyak keindahan pantai pasir putih dan berbatu besar. Bagi para traveller pecinta keindahan pantai, Belitung wajib menjadi tujuan liburan anda. Ada apa sajakah di Belitung, yuk intip yang berikut ini.

Wisata Pulau dan Pantai
Yang menjadi objek wisata utama Pulau Belitung adalah keindahan pantainya. Apalagi Pulau Belitung memiliki anak pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Pasir, dan Pulau Burung yang kesemuanya menyajikan keindahan pasir putih yang halus dan hamparan batu besar Billitonite. Ada pantai apa saja di Belitung?

1. Pantai Tanjung Tinggi 
Pantai Tanjung Tinggi merupakan pantai yang menjadi tujuan utama para wisatawan Belitung. Selain menyajikan keindahan pantai yang tiada tara, Pantai ini juga merupakan pantai tempat syuting film Laskar Pelangi. Pantai ini tidak jauh dari kota Tanjung Pandan, hanya sekitar 1 jam perjalan dengan sepeda motor.
Pantai Tanjung Tinggi (Foto: Belitungtrans.com)

tanjung Tinggi (Foto: koleksi pribadi)

2. Pulau Lengkuas
Selai terkenal dengan keindahan pantai dan terumbu karangnya, Pulau lengkuas juga terkenal karena adanya menara mercucuarnya. Pulau ini terlihat jelas dengan mercucuarnya ketika dilihat dari dermaga Tanjung Binga. Kita bisa melihat keindahan Laut di sekitar Pulau lengkuas dari atas mercuar. Mercucuar terdiri dari 18 lantai. Dari lantai 18 kita bisa melihat keseluruhan Pulau Belitung.

Pulau Lengkuas dari atas Mercucuar (Foto: Belitungtrans.com)

Pulau lengkuas (Foto: Belitungtrans.com)

3. Pulau Kepayang
Pulau kepayang merupakan pulau yang menjadi penangkaran penyu dan pelesatrian terumbu karang. Pulau ini juga memiliki flora yang unik dan khas. Di pulau ini juga tersedia tempat bersantai, restoran, dan juga tempat penyewaan alat snorkling. 

Pulau Kepayang (Foto: koleksi pribadi)

Pantai Pulau Kepayang (Foto: koleksi pribadi)

4. Pulau Pasir
Pulau pasir hanya terdiri dari hamparan pasir putih. Pulau ini hanya akan terlihat pada saat air laut sedang surut, namun akan tenggelam ketika air laut sedang pasang. Bagi yang ingin melihat Bintang Laut yang cantik, silahkan ke Pulau Pasir.

Pulau Pasir (Foto : Belitungtrans.com)

Bintang laut di Pulau Pasir (Foto: Belitungtrans.com)

5. Pulau Burung
Tidak jauh dari Pulau Lengkuas, Pulau Burung juga menyajikan keeksotisan pantai berbatu yang indah. 

Pulau Burung (Foto: nakarasido.com)

6. Pantai Penyabong
Pantai Penyabong merupakan pantai dengan ciri khas tersendiri. Rata-rata pantai di Belitung memiliki batu berwarna hitam. Namun berbeda dengan Pantai Penyabong, pantai ini memiliki batu putih bersih yang rata-rata seluas lapangan sepak bola. Tidak seperti pantai lainnya yang berair tenang, justru  Pantai Penyabong berombak besar yang menantang karang. bagi yang suka menikmati suara deru ombak, maka Pantai Penyabong cocok sekali untuk anda. Pantai ini terletak di kecamatan Membalong. Namun sayang akses ke pantai ini masih belum bagus, hal ini dikarenakan akses jalan yang masih berupa jalan merah berpasir sehingga menjadikan pantai ini masih kurang di kenal oleh para wisatawan.

Pantai Penyabong  (Foto: koleksi pribadi)

7. Pemandian Baraiye
Pemandian ini merupakan aliran air terjun yang berada di lereng Gunung Tajam. Airnya yang jernih dan segar sangat cocok untuk melepas rasa lelah. Walaupun jalan menuju tempat ini sudah memprihatinkan, namun tempat ini tetap ramai oleh wisatawan lokal. Bagi yang ingin melihat keksotisan Pulau belitung dari ketinggian, maka bisa melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Tajam. Disarankan mendaki gunung ini start pagi hari dengan peralatan dan logistik lengkap. walaupun gunung ini tidak terlalu tinggi, namun gunung ini merupakan wilayah hutan tropis yang cukup berbahaya (banyak hewan melata). Gunung ini juga dianggap gunung keramat oleh masyarakat belitung.

Pemandian Baraiye (Foto: koleksi pribadi)

Pemandangan dari Gunung Tajam (Foto: koleksi pribadi)

8. Pantai Pangkalan Punai
Pantai Pangkalan Punai merupakan tempat rekreasi yang terletak di wilayah Belitung Timur, tidak jauh dari Gantong. Pantai pangkalan Punai sangat cocok bagi yang ingin menyaksikan keindahan sunrise karena pantai ini merupakan sisi paling timur Pulau Belitung.

Pangkalan Punai  (Foto: koleksi pribadi)

9. Batu Buyung
batu Buyung merupakan batu mistis yang berada di wilayah belitung Timur. Konon katanya jika pasangan yang kesini maka akan berjodoh. Batu Buyung merupakan batu besar yang terletak di tebing berbatu di pinggir laut. 

Batu Buyung  (Foto: koleksi pribadi)

10. Danau Kaolin
Danau Kaolin adalah danau yang terbentuk dari lubang bekas pengerukan timah. danau ini memiliki air berwarna hijau kebiru-biruan. Kini di danau ini telah tersedia gazebo-gazebo tempat untuk wisatawan bersantai.

Danau Kaolin  (Foto: koleksi pribadi)

11. Bukit Baginde
Bukit Baginde bukan sebuah bukit, namun merupakan sebuah batu besar setinggi 200 m yang merupakan batu tertinggi di dunia. Batu ini juga merupakan batu yang dianggap keramat oleh masyarakat belitung. Dari atas batu ini, kita bisa melihat keindahan pantai membalong. Konon katanya, bagi yang dapat melihat telapak kaki di atas batu ini akan mendapat keberuntungan. 

Bukit Baginde  (Foto: koleksi pribadi)

Bukit Baginde  (Foto: koleksi pribadi)

Nah, bagi yang ingin melihat dengan jelas seberapa indah view-nya. Ini nih view Bukit Baginde dan Pantai Penyabong yang masih asri yang pastinya tidak kalah indah dari wisata lainnya di Belitung. Dan yang terpenting, Bukit Baginde satu dengan Pantai Penyabong. Chek it out this video :)

Pantai Penyabong dan Bukit Baginde (Video: Belitungisland.com)


Wisata Jejak Laskar Pelangi
Bagaimana ? banyak sekali wisata alam Belitung bukan? tapi jangan puas dulu, bukan hanya wisata alam saja yang ada di belitung. Kita juga bisa berwisata menyusuri jejak laskar pelangi di gantong seperti ke Museum Kata Andrea Hirata, Bertemu Bu Halimah, atau ke replika  Sd Muhammdiyah Gantong di Gantong Belitung Timur.

Museum Kata Andrea Hirata di Jalan laskar pelangi (Foto: koleksi pribadi)

Museum Kata Andrea Hirata (Foto: koleksi pribadi)

Replika SD Muhammadiyah Gantong (Foto: koleksi pribadi)

Replika SD Muhammadiyah gantong (Foto: koleksi pribadi)

Wisata Kuliner
Masih ada lagi Boi... Jangan lupa kalo ke Belitung mencicipi kopi khas Belitung. Kopi ini sangat nikmat, tak heran di Belitung mudah sekali di jumpai warung kopi dimana-mana. Kopi belitung berbeda dari kopi lainnya karena proses menyeduhnya yang langsung di masak bersama kopinya. Itulah mengapa kopi Belitung memiliki cita rasa yang khas. Dan jangan lupa pula mencicipi kopi Manggar dan kopi kuli di Museum Kata Andrea Hirata :)

Kopi Kuli di Museum kata Andrea Hirata (Foto: koleksi pribadi)

kopi Belitung (Foto : indonesiatravel.com)
(dari berbagai sumber)